Alasan Kenapa Video Marketing Itu Penting

Alasan Kenapa Video Marketing Itu Penting

Kemajuan teknologi berperan besar dalam pergeseran metode pemasaran. Konsumer sekarang lebih memilih untuk menonton konten video dibandingkan dengan membaca tulisan di artikel atau blog.

Kapan sih pergeseran dari teks ke video tersebut terjadi? Mengapa video lebih efektif daripada teks?

Yuk cari tahu di artikel ini!

Sejarah Singkat Dari Video Marketing

Kalian mungkin bertanya-tanya, “Kapan sih pergeseran dari teks ke video terjadi? Nggak mungkin dong terjadi dalam semalam.”

Bener banget. Pergeseran tersebut nggak terjadi dalam semalam. Bahkan, menurut Conductor, pergeseran ini sudah dimulai sekitar 80 tahun yang lalu.

1941 - Iklan pertama di stasiun TV New York dijalankan oleh Bulova selama pertandingan Yankee.

1981 - MTV meluncurkan lagu ‘Video Killed the Radio Start’ yang mengganggu media nasional.

1984 - Apple memecahkan rekor periklanan dengan iklan Macintosh yang ikonik selama Super Bowl.

1995 - ‘The Spirit of Christmas (Jesus vs Santa)’ menjadi video viral pertama melalui kaset VHS bajakan.

2005 - Video Nike tentang Ronaldinho adalah video pertama yang mencapai 1 juta penayangan di YouTube.

2006 - Google menyadari nilai video dalam pencarian dan pemasaran sehingga mereka membeli YouTube.

Nah, sejak itu, semuanya berjalan begitu cepat dan video berkembang pesat di bidang pemasaran digital.

Alasan Kenapa Video Marketing Itu Penting

Masih belum yakin kenapa kalian harus beralih ke pemasaran video? Yuk cari tahu 5 alasannya!

1 - Video Menarik Perhatian Orang

Tahukah kalian bahwa mata kita tertarik pada gerakan? Gerakan yang dihasilkan oleh video secara alami menarik perhatian orang.

Selain itu, otak kita unik dalam hal memproses gambar. Gambar visual diproses 60 ribu kali lebih cepat di otak daripada teks. Kebanyakan orang mengingat 80% dari apa yang mereka lihat dan hanya 20% dari apa yang mereka baca.

Pengguna 27 kali lebih mungkin mengklik iklan video online daripada standart banner.

2 - Video Meningkatkan Kunjungan Website

Kalau kalian mau meningkatkan kunjungan ke situs web kalian, kalian harus mulai membuat konten video.

Mesin pencari paling populer, Google, menyukai video dan akan memberikan preferensi ke situs-situs yang memiliki video. Secara kasar, video kalian 50 kali lebih mudah untuk muncul di halaman pertama Google daripada jenis konten lainnya.

Nggak cuman dari mesin pencari tetapi 86% orang juga mau melihat lebih banyak video dari bisnis-bisnis.

Menurut Manajer Solusi Klien Facebook, [Iffath Mansoor](https://www.linkedin.com/pulse/top-10-reasons-why-videos-more-effective-iffath-mansoor/](https://www.linkedin.com/pulse/top-10-reasons-why-videos-more-effective-iffath-mansoor/), video pendek yang ditulis dengan seksama bisa 80% lebih efektif dan bisa mengkomunikasikan informasi sebanyak tumpukan materi tertulis.

Zaman sekarang, pelanggan lebih suka menonton video pendek selama beberapa menit daripada membaca artikel yang akan memakan waktu 15-20 menit. Argumen ini didukung oleh penelitian WordStream yang mengatakan ‘68% konsumen lebih suka menonton video untuk mempelajari produk atau layanan baru, dibandingkan dengan artikel, infografis, ebook, dan presentasi.’

Cisco memperkirakan bahwa video online akan mencapai lebih dari 82% dari semua kunjungan konsumen pada tahun 2022.

3 - Video Mudah Untuk Diingat

Secara umum, ada 4 jenis pembelajaran:

  1. Pelajar visual
  2. Pelajar auditori
  3. Pelajar kinestetik
  4. Pelajar tulisan

Menurut Busan (2014):

Pada populasi umum, distribusi dari ketiga gaya belajar tersebut adalah: 65% visual, 30% auditori, dan 5% kinestetik.

Video mendukung gaya belajar ini dan membantu orang untuk menyimpan informasi lebih baik daripada cuplikan teks yang banyak.

Namun, visual saja tidak cukup untuk membuat konsumer mengingat merek kalian. Kombinasi visual, kata, dan audio akan bekerja dengan baik untuk meningkatkan ingatan merek kalian di benak konsumen.

4 - Video Membantu Meningkatkan Niat Membeli

Menurut WordStream, 64% konsumen melakukan pembelian setelah menonton video sosial yang memiliki merek. Konsumen yang membuka situs bisnis melalui video memiliki kemungkinan 184% lebih besar untuk membeli dan membelanjakan 45% lebih banyak.

Misalnya, ketika cokelat Hershey ditempatkan di film ET, keuntungan mereka naik 65%.

Merek kacamata hitam Ray-Ban meningkatkan penjualannya dari 18.000 menjadi 360.000 setelah Tom Cruise mengenakan kacamata mereka di film Risky Business.

5 - Ramah Media Sosial

Konten video mudah dibagikan dan sangat menarik untuk media sosial.

Dengan memproduksi konten video, kalian bisa menentukan nada suara tentang bagaimana kalian ingin berinteraksi dan terlibat dengan pelanggan. Ketika dipilih dengan benar, kalian bisa membuat mereka merasa seperti kalian sedang berbicara langsung dengan mereka.

Selain itu, video juga memiliki umur simpan yang lama.

Statistik untuk rata-rata video YouTube menunjukkan bahwa tiga minggu pertama setelah video dikeluarkan menghasilkan 40% dari total penayangan video. 30% penayangan video berikutnya datang setelah empat hingga 12 minggu pengeposan. Tambahan 30% penayangan datang setelah 12 hingga 52 minggu.

Conclusion

Pada artikel ini, kita telah membahas sejarah singkat pemasaran video dan 5 alasan mengapa video lebih efektif daripada teks.

Ingin memulai perjalanan pemasaran video kalian? VideoTranslator bisa membantu!

Di VideoTranslator, kalian bisa menyalin, menerjemahkan, dan menyulih video kalian ke dalam 60 bahasa berbeda dan 120 dialek!

Cobalah secara GRATIS di sini!

Untuk informasi lebih lanjut mengenai VideoTranslator, jangan segan-segan untuk menghubungi kami di hello@videotranslator.ai.